Pendidikan, ketika terbesit kata itu pada otak saya. Satu kata yang menyambungkannya pada kata pendidikan yaitu membosankan, guru, dan tidak hebat. Itu saja, karena walaupun saya sekarang adalah seorang mahasiswi. Tetapi pasti dulu saya pernah mengalami menjadi seorang siswi, baik di kelas SD, SMP, maupun SMA. Dan sesuai pengalaman saya, maupun anak- anak lain seusia saya pasti pernah merasakan bagaimana rasanya diajari oleh guru, lalu guru itu tidak bertindak sebagaimana mestinya, atau kita menyebutnya dengan tidak profesional. Hal itu pasti membuat mereka berpikir bahwa "Buat apa jadi guru? Toh banyak pekerjaanlain yang lebih elit dan menguntungkan." Awalnya saya juga berpikir seperti itu, karena saya sudah merasakan sekolah itu seperti apa, guru- guru itu seperti apa. Memang tidak semuanya tidak profesional, etapi dapat dikatakan hanya sedikit yang bekerja secara profesional. Tetapi, setelah saya memasuki jurusan Pendidikan Luar Sekolah ini, saya berpikir sumber daya manusia (SDM) di Indonesia harus diubah. Begitu juga cara belajar di Negara ini. Saya hanya beropini berdasrkan kesadaran yang telah saya peroleh selama saya berkuliah di Universitas saya sekarang ini.
Kalau boleh berbicara tentang takdir, saya sama sekali tidak pernah terbesit sedikitpun untuk menjadi seorang guru, ataupun seseorang yang berprofesi kemudian mengabdikan dirinya kepada negara dalam bidang pendidikan. Karena pada saat itu saya berpikir, apa elitnya bekerja menjadi guru atau dunia pendidikan itu apasih? Tetapi setelah saya dibelokkan takdirnya oleh Tuhan, dan saya harus menelan semuanya mentah- mentah. Jujur, saya adalah siswi jurusan IPA dan dulu bercita- cita menjadi dokter hewan. Tetapi ibarat jurang, saya terjerumus dan terjebak dalam dunia pendidikan yang tidak sesuai dengan jurusan dan minat saya. Awalnya saja benci, dan ingin mundur saja. Tetapi saya ingat sekali, ketika itu adalah mata kuliah orientasi dan etika profesi. Salah satu dosen saya memberikan bahan ajarnya kepada saya dan dibagikan kepada satu kelas. Pada saat itu seminggu setelah hari itu adalah uts, saya ingat sekali. Setelah itu, saya coba untuk membaca bahan ajar yang dibagikan dosen saya tadi, awalnya saya biasa saja. Masih malas untuk membaca semuanya karena saya rasa saya masih terjebak disini. Tetapi, setelah saya tiba pada satu halaman dimana pada halaman tersebut, terdapat janji- janji atau ikrar yang seharusnya dijalankan oleh seorang guru. Mulai dari situ hati saya terenyuh, dan jujur saya hampir meneteskan air mata. Karena begitu sucinya janji mereka dan pengabdian mereka seharusnya terhadap Negara, dan anak bangsa.
Disitu saya mulai sadar, dan berpikir bahwa Tuhan tidak membelokkan takdir saya. Saya bukan terjerumus ataupun terjatuh, melainkan Tuhan sedang membawa dan mengangkat saya ke dalam profesi yang paling mulia di dunia dan di akhirat. Dan saya berpikir bahwa menjadi seseorang yang bergelut di dunia pendidikan adalah hal yang paling mulia. Masuk ke jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) ini mengajarkan saya akan hakikat dan makna guru serta pendidik yang sebenarnya.
Oleh sebab itu, saya ingin mengubah mental bangsa ini, saya ingin memberdayakan manusia Indonesia. Walaupun hanya sedikit. I'm not fail, but I'm on my way to be someone who change the world, eventhough just a little bit of the world. But the best goal is you can change it.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar