B. Teori
Kritis dalam AECT
Salah satu karya Nichols dalam buku
editan Hlynka dan Belland (1991) berjudul Paradigmm
Regained: The Uses of Illuminative, Semiotic, and Postmodern Criticism as Modes
of Inquiry in Educational Technology menawarkan teori aksi komunikatif
Habermas sebagai metode kritis dalam praktik teknologi pendidikan, setelah
terlebih ia menyimpulkan bahwa teknologi pendidikan selama ini tidak lebih dari
sistem aksi rasional bertujuan. Kemudian Hlynka dan Yeaman (1992) dalam nuansa
postmodern menyatakan bahwa tidaka da satu cara terbaik dalam mengaplikasikan
teknologi. Selain itu mereka juga menyatakan bahwa justr dengan pendekatan
postmodern akan membuat perbedaan yang positif dalam bidang kajian teknologi
pendidikan.
Dilanjutkana oleh Wilson (Dalam
Nichols &Allen- Brown; 1996: 238) telah menguji hubungan desaign pengajaran
dengan ideology dalam pendidikan. Ia menyatakan: Siapa yang mendesain
pembelajaran, apa yang didesain, untuk siapa desain ditujukan, mengapa
pembelajaran didesain dan bagaimana mestinya desain tersebut dikerjakan. Senada
dengan itu Streibel (1991) dengan pendekatan Habermasian juga telah
merekomendasikan bahwa desainer pengajaran harus memberi ruang kosong bagi guru
dan pelajar untuk membangun penilan mereka sendiri mengenai desain yang bagus.
Ketika komputer mulai digunakan
sebagai fasilitas pembelajaran, Streiber (1985) juga telah menganalisis secara
kritis pendekatan drill & practice,
tutorial, simulasi, dam memprogramyang dilakukan dengan menggunakan komputer. Dengan
menggunakan gagasan Hebermas tentang kontruksi sosial pengetahuan ia
menyimpulkan bahwa penggunaan computer untuk pendidikan seringkali menjadi
sangat deterministic dan behavioral, selain itu juga menjadikan pelajar kurang
berkembang intelektualitas mereka dalam soal kualitatif, dialektika,
penegtahuan, juga ranah pengalaman alami dans sosial mereka.
Senada dengan Streiber, Bromley
(dalam Nicholas & Allen- Brown; 1996: 238) menyatakan bahwa computer yang
kita gunakan akan mengarahkan kita kepada individualisme, teknik- teknik pasti,
kepastian- kepastian kuantitatif, dominasi atas alam, efisiensi, nalar sistem
pengajaran, berpikir top down, positivisme,
dan sentralisasi.
Lain halnya dengan Robinson,
Wiegmann, dan Nicholas, mereka menggunakan pendekatan baru (unconventional) dalam mengevaluasi
materi pengajaran, termasuk materi video pembelajaran. Peterson (Nicholasn&
Allen; 1996: 239) mengkaji efek pembelajaran computer di Queensland, Australia.
Kemudian ia menyarankan agar guru mencoba memastikan para siswa untuk tetap
waspada terhadap efek sosial dari penggunaan computer tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar