Efek
Sosial dari Penggunaan Komputer Tersebut
Dalam
ranah pendidikan media kritis, Ellsworth dan Wahtley mencoba membuat analisis
ideologis mengenai media media yang digunakan dalam pendidikan, termasuk
diantaranya adalah film dan televisi. Ranah lain yang lebih abstrak dari
teknologi pendidikan yang mendapat perhatian dari pedagogik kritis adalah
etika.
Sementara
itu Nicholas juga menulis tulisan yang mengulas tentang implikasi moral dari
media massa, termasuk film dan televisi, dari perspektif pormodernis. Nicholas
telah menyimpulkan bahwa teknologi pendidikan tidak dapat dilepaskan dari
tanggung jawab etisnya.
Namun
satu hal yang jelas adalah, AECT memang tidak banyak mengkaji teknologi
pendidikan dari perspektif teori kritis, terlebih lagi pedagogik kritis serius dan mendalam.
Dengan melihat pada beberapa hasil pertemuan 2 tahunan AECT, misalnya kita
dapat melihat tidak banyak para sarjana dan peneliti teknologi pendidikan yang
menggunakan teori kritis dan pedagogik
kritis. Seperti ketika mencari cari informasi dan data penelitian tentang
teknologi pendidikan di internet juga tidak akan banyak menjumpai yang berbau
teori kritis dan pedagogik kritis. Terdapat satu artikel yang ditulis oleh
Nicholas & Allen -Brown yang mengulas beberapa kajian teknologi pendidikan
perspektif teori kritis dan pedago kritis.
Ironisnya,
pada edisi kedua artikel tersebut tidak ada. Beruntung masih terdapat dua
artikel bernuansa kritis yang ditulis oleh Kerr dan Hlynka. Hilangnya bahasan bahasan yang bernuansa
teori sosial kritis dan pedagogik kritis menguatkan pendapat bahwa di AECT
teori dan pedagogik kritis tidaklah banyak yang meminatinya sekarang ini. Namun
begitu bukan berarti tidak relevan dengan kondisi sekarang.
Walaupun
sedikit, namun ternyata kesadaran akan pentingnya teori kritis dalam kajian
teknologi pendidikan tetap muncul secara resmi.
Itulah sedikit cerita teori kritis dan pedagogik kritis dalam lingkaran
AECT di Amerika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar